Indonesia Pers Channel, 3 Februari 2026 – Logo kota-kota di Indonesia memiliki sejarah panjang, sebagian di antaranya berasal dari masa Hindia Belanda. Beberapa di antaranya menunjukkan kemiripan dengan simbol-simbol yang ada saat ini, sementara yang lain menyimpan makna yang tidak langsung terlihat pada pandangan pertama. Berikut rincian per kota,
KOTA BANDUNG KEMIRIPAN DENGAN LAMBANG JAWA BARAT DAN PERSIB
Logo Kota Bandung pada masa Hindia Belanda memiliki kesamaan visual yang signifikan dengan lambang Provinsi Jawa Barat serta logo klub sepak bola Persib Bandung saat ini. Elemen kunci yang menjadi titik persamaan adalah penggunaan bentuk dan makna yang terkait dengan identitas lokal, seperti unsur alam atau simbol kekuatan yang melekat pada wilayah tersebut. Meskipun ada penyempurnaan pada desain dari waktu ke waktu, esensi dasar dari simbol tersebut tetap terjaga dan menjadi bagian dari identitas budaya Kota Kembang.
BATAVIA (JAKARTA) DESAIN MIRIP LOGO PASUKAN KHUSUS
Pada masa Hindia Belanda, kota Batavia (sekarang Jakarta) menggunakan logo yang memiliki tampilan yang mengingatkan pada simbol pasukan khusus. Elemen desainnya, seperti bentuk yang tegas, garis yang kuat, dan unsur simbolik yang mengarah pada kekuatan serta ketangguhan, menjadi ciri khas yang membuatnya terkesan mirip dengan lambang yang digunakan oleh unit-unit pasukan khusus. Logo ini mencerminkan peran Batavia sebagai pusat pemerintahan dan keamanan pada masa itu.
SURABAYA TETAP IDENTIK DENGAN IKAN DAN BUAYA
Identitas Kota Surabaya dalam logo sejak masa Hindia Belanda tidak jauh berbeda dengan sekarang, yaitu tetap mengusung simbol ikan dan buaya. Makna di balik simbol ini berasal dari cerita rakyat yang menjelaskan asal-usul nama Surabaya (dari kata sura yang berarti buaya dan baya yang berarti ikan). Simbol ini tidak hanya menjadi ciri khas kota, tetapi juga mencerminkan karakter masyarakat Surabaya yang dikenal gagah berani dan tangguh.
CIREBON SIMBOL YANG SELINTAS MIRIP TIKUS, SEBENARNYA UDANG REBON
Logo Kota Cirebon pada masa Hindia Belanda seringkali disalahartikan pada pandangan pertama, karena bentuknya yang selintas terlihat seperti tikus. Namun, sebenarnya simbol yang digunakan adalah gambar udang rebon, yang memiliki hubungan erat dengan ekonomi dan budaya masyarakat Cirebon. Udang rebon merupakan salah satu komoditas penting di wilayah pesisir Cirebon pada masa itu dan menjadi representasi dari aktivitas ekonomi lokal yang mendukung kehidupan masyarakat kota.
Redaksi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar