PELANTIKAN PENGURUS BARU DPD PPSI KBB 2026‑2031 DIBARINGI PEMBUKAAN PASANGGIRI PENCAK SILAT



 

Ngamprah – Indonesia Pers Channel – Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Pencak Silat Indonesia (DPD PPSI) Kabupaten Bandung Barat resmi melantik jajaran pengurus baru untuk masa bakti 2026‑2031. Prosesi pelantikan digabung dengan pembukaan ajang Pasanggiri Pencak Silat DPD PPSI KBB, yang diselenggarakan di Padepokan Ciung Wanara pada Jumat, 16 Oktober 2026.

 

Acara bersejarah ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain perwakilan Bupati KBB sekaligus Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparekrafbud) KBB Mochamad Ridwan Evi, B.E., S.Sos., M.M., Ketua DPW PPSI Jawa Barat Yoyo Yahya, S.H., Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Tuti Turimayanti, perwakilan Kormi KBB, Camat Ngamprah, Kepala Desa Pakuhaji, para pembina PPSI KBB, pengurus, ketua DPC PPSI se‑KBB, para paguron, peserta pasanggiri, serta tamu undangan lainnya.

 


Dalam sambutannya, Ketua DPD PPSI KBB yang baru terpilih, Jajang Nurjaman, menegaskan bahwa kepengurusan baru akan berfokus pada tiga pilar utama: kemandirian ekonomi, keponggahaan (kebersamaan dan kehormatan), serta kesehatan. Ia melihat potensi sektor ekonomi kreatif, pertanian, peternakan, perikanan, dan UMKM di Kabupaten Bandung Barat sangat besar dan perlu dikembangkan melalui kerja sama aktif dengan pemerintah daerah termasuk Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

 

Selain itu Jajang Nurjaman mengajak seluruh pengurus untuk terbuka terhadap kritik membangun. Sebagai langkah respons terhadap masalah‑masalah masyarakat, setiap paguyuban nantinya akan dibentuk satuan khusus bernama “Panggawa”, yang bertugas secara taktis menangani keadaan darurat, bencana, serta menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah masing‑masing.

 


Ketua DPW PPSI Jawa Barat, Yoyo Yahya, S.H., memaparkan sejumlah agenda besar tingkat provinsi yang akan datang. Pada November 2026 akan diadakan Pekan Olahraga Masyarakat (Kormas) tingkat Jawa Barat di bawah koordinasi Kormi. Selain itu, untuk mendukung pengesahan PPSI serta pelestarian warisan budaya takbenda yang diakui UNESCO, direncanakan pada 12 Desember akan diadakan pemecahan Rekor MURI dengan 12.000 pesilat massal di Kabupaten Bandung. Ada pula agenda Pasanggiri tingkat nasional antar‑BPD dan Kejurnas, serta rencana Dinas Pariwisata dan Kebudayaan mengadakan pertunjukan pencak silat rutin di hotel dan destinasi wisata untuk memberi ruang tampil pesilat lokal.

 

Mewakili Bupati Kabupaten Bandung Barat, Kadisparekrafbud KBB Mochamad Ridwan Evi memberikan apresiasi sekaligus membuka secara resmi Pasanggiri Pencak Silat KBB Tahun 2026. Ia menyampaikan bahwa pelantikan bukan hanya seremonial, melainkan amanat besar untuk menjaga, melestarikan, dan mengembangkan seni bela diri pencak silat.



“PPSI memiliki peran strategis memperkuat identitas budaya Sunda dan membina generasi muda unggul dengan moto Budi, Bakti, dan Sakti. Kami berharap kepengurusan baru bersinergi dengan pemerintah daerah, KORMI, dan pemangku kepentingan untuk mencetak kader berprestasi,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pencak silat adalah warisan budaya takbenda dunia yang diakui UNESCO, sehingga pasanggiri menjadi sarana meregenerasi pesilat muda dan mempererat silaturahmi antar‑perguruan.

 

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Tuti Turimayanti, juga menyampaikan dukungan penuh dan komitmen bersinergi memajukan kebudayaan dan kesejahteraan masyarakat Bandung Barat. Melalui program kedewanan, termasuk sosialisasi Perda Bantuan Hukum bagi masyarakat terutama perlindungan perempuan dan anak, pihaknya siap melakukan edukasi langsung ke masyarakat. Ia juga mengumumkan program “Sapa Warga Berbasis Budaya” yang akan memberikan dukungan dana dan ruang berkarya bagi seniman serta pegiat seni budaya lokal.

 


Acara berakhir dengan suasana khidmat dan penuh semangat kebersamaan, menandai dimulainya babak baru kepengurusan DPD PPSI KBB 2026‑2031 untuk mengemban misi Budi, Bakti, dan Sakti serta mengangkat nama pencak silat di tingkat regional hingga nasional.

 

Pewarta : Rina BBC

Posting Komentar

0 Komentar