Ngamprah – Indonesia Pers Channel – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat secara resmi menyalurkan bantuan dana relokasi mandiri senilai Rp 60 juta per kepala keluarga kepada 32 keluarga yang rumahnya hancur total terdampak bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua yang terjadi pada awal tahun 2026. Secara keseluruhan total anggaran yang dialokasikan untuk program relokasi ini mencapai lebih dari Rp 1,9 miliar rupiah.
Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menjelaskan bahwa skema relokasi mandiri bukanlah keputusan sepihak pemerintah, melainkan hasil kesepakatan musyawarah bersama warga penyintas. Dengan skema ini, dana bantuan diserahkan secara tunai sehingga setiap keluarga memiliki kebebasan memilih lokasi hunian baru yang dinilai aman dari risiko longsor. “Kita sepakati bantuan berbentuk uang tunai, supaya warga lebih bebas menentukan tempat tinggal baru mereka,” ujar Bupati Jeje Ritchie Ismail.
Penanganan pascabencana di Desa Pasirlangu juga mendapatkan dukungan dari luar pemerintah daerah, yakni dari Raffi Ahmad selaku Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni beserta lembaga Rans Entertainment. Dukungan ini telah hadir sejak masa tanggap darurat segera setelah longsor terjadi, meliputi penyaluran bantuan dana kemanusiaan serta kunjungan langsung tim ke lokasi pengungsian untuk melihat kondisi warga secara langsung. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi Raffi Ahmad dan berbagai pihak swasta yang turut meringankan beban para penyintas bencana.
Salah satu warga penyintas, Rusmiyati (42 tahun), menyampaikan rasa syukurnya setelah menerima kepastian pencairan bantuan relokasi. “Alhamdulillah setelah menunggu lama, akhirnya ada kepastian untuk membangun rumah baru di tempat yang lebih aman,” ujarnya. Selama masa transisi sebelum adanya kepastian dana relokasi, keluarga‑keluarga terdampak telah menerima bantuan sewa rumah bulanan dan paket sembako rutin dari pemerintah daerah.
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menegaskan tidak akan berhenti setelah penyerahan dana bantuan. Pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap proses pembangunan hunian baru para penyintas, sekaligus rutin melakukan pemantauan kondisi lingkungan di kawasan‑kawasan rawan longsor di wilayah Kabupaten Bandung Barat sebagai upaya pencegahan terjadinya bencana serupa di masa mendatang.
Berita dilaporkan oleh awak media Kami Rina BBC yang juga bertugas sebagai Relawan Ambunlance Kabupaten Bandung Barat.
Pewarta : Rina BBC



0 Komentar