Bandung Barat– Sebuah lagu daerah Banyuwangi berjudul "Genjer-Genjer," yang populer pada masanya, kini menyimpan kisah yangIronis. Awalnya, lagu ini menceritakan tentang masa-masa sulit atau "LAIB" (krisis pangan) akibat pendudukan Jepang, di mana tanaman genjer yang tumbuh di air menjadi sumber makanan bagi masyarakat.
Menurut penuturan seorang kakek, "Genjer-Genjer" adalah nyanyian rakyat yang menggambarkan perjuangan hidup di tengah keterbatasan. Namun, sayangnya, lagu ini kemudian mengalami distorsi makna oleh PKI (Partai Komunis Indonesia).
PKI memplesetkan lagu ini menjadi semacam "mars" yang menggambarkan keberhasilan mereka dalam peristiwa pembantaian para jenderal di Lubang Buaya, Ambarawa. Akibatnya, di era Orde Baru, lagu "Genjer-Genjer" dilarang karena dianggap identik dengan PKI.
Kisah ini sangat memilukan, terutama bagi pencipta lagu dan masyarakat Banyuwangi yang awalnya memaknai lagu ini sebagai ungkapan penderitaan dan harapan di tengah krisis pangan. Stigma negatif yang melekat pada lagu ini telah mengubur makna aslinya.
"Mohon maaf sebesar-besarnya jika ada kesalahan. Semoga pemaparan ini dapat memberikan wawasan pengetahuan agar tidak terjadi salah pemahaman,"
Semoga berita ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang sejarah dan makna lagu "Genjer-Genjer."
Redaksi.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar