Warga Asahan Mengaku Dicvlik hingga Di4niay4 dari Lokasi Perkebunan - .

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Sabtu, 07 Februari 2026

Warga Asahan Mengaku Dicvlik hingga Di4niay4 dari Lokasi Perkebunan

Seorang warga Asahan, Muhammad Ilham Syahputra, mengaku menjadi korb5n pencul1k4n dan penganiay44n oleh beberapa oknum di areal perkebunan yang dikelola Kelompok Tani Permata Gambut Jaya di Desa Rawa Sari, Aek Kuasan, Kabupaten Asahan, Rabu (4/2/2026). Peristiwa ini terjadi ketika korb4n sedang berada di dekat lokasi untuk membeli rokok.

Menurut Ilham, ia dipanggil oleh seseorang dari kejauhan, namun saat mendekat, sejumlah orang lain muncul dan menanyainya terkait aktivitas memanen di lahan yang mereka kuasai. Ilham menunjukkan nomor SK sebagai bukti haknya, namun situasi menjadi semakin tegang.

Korb4n kemudian mencoba meninggalkan lokasi dengan sepeda motornya untuk menghindari konflik. Namun, dua oknum menariknya paks4, memb4nt1ngnya ke tanah, dan memukuli kepala serta badan Ilham hingga mengalami luk4 dan leb4m.

Tidak cukup sampai di situ, Ilham diborg0l tangan dan dipindahkan ke sepeda motor, lalu diangkut ke mobil Xenia merah. Selama perjalanan, ia dianc4m dan dituduh melakukan pencur14n, padahal ia hanya memanen di lahan yang sah menurut SK Kementerian Kehutanan.

Ayah korban sekaligus Ketua Kelompok Tani Permata Gambut Jaya, Erianto, menegaskan lahan seluas 2.288 hektare tersebut resmi dikelola berdasarkan SK Kementerian Kehutanan sejak 1 Desember 2023. Erianto juga telah melaporkan kejadian ini ke Denp0m Asahan agar kasus penganiay44n segera diproses.

Korban mengalami luk4 di wajah dan leher akibat penganiay44n tersebut. Erianto menyatakan pihaknya juga akan melaporkan ke Polres Asahan untuk memastikan tindak4n hukvm terhadap pelaku dijalankan.

Kejadian ini menambah catatan konflik lahan di Kabupaten Asahan, khususnya terkait penguasaan lahan eks PT Grahadura Leidong Prima. Masyarakat diimbau tetap waspada, dan pihak berwenang diharapkan menindaklanjuti kasus ini agar keamanan warga dan hak pengelolaan lahan tidak terabaikan.

ZA/Sumut

Tidak ada komentar: