Sarolangun–Polres Sarolangun melalui Kabag Ops menyampaikan laporan perkembangan terkini terkait bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sarolangun hingga Minggu,26 April 2026 pukul 16.00 WIB.
Selasa,(28/4/2026) Berdasarkan laporan tersebut, banjir melanda beberapa kecamatan, di antaranya Kecamatan Batang Asai, Bathin VIII, Limun, dan Cermin Nan Gadang, dengan dampak berupa ratusan rumah warga terendam serta kerusakan infrastruktur seperti jembatan dan fasilitas umum.
Di wilayah hukum Polsek Batang Asai, banjir sempat merendam sejumlah desa seperti Batu Empang, Simpang Narso, Tambak Ratu, Paniban Baru, hingga Pekan Gedang dan Raden Anom. Tercatat, puluhan hingga ratusan rumah terdampak, bahkan di Desa Pekan Gedang dan Raden Anom terdapat rumah hanyut serta bangunan rusak berat, termasuk kantor desa.
Meski demikian, kondisi air saat ini dilaporkan telah surut, debit sungai kembali normal, dan masyarakat mulai melakukan pembersihan rumah secara gotong royong. Situasi secara umum dalam keadaan aman dan kondusif, tanpa adanya korban jiwa.
Sementara itu, di wilayah Polsek Bathin VIII, banjir berdampak pada beberapa desa seperti Tanjung Gagak, Rantau Gedang, Teluk Kecimbung, hingga Pulau Melako. Selain merendam ratusan kepala keluarga, banjir juga menyebabkan sejumlah jembatan putus dan rusak berat.
Petugas gabungan dari Polri, TNI, dan instansi terkait telah melakukan berbagai upaya penanganan, mulai dari pendataan, pendirian tenda darurat, hingga penyaluran bantuan konsumsi kepada warga terdampak.
Di wilayah Polsek Limun dan Kecamatan Cermin Nan Gadang, banjir juga merendam permukiman dan fasilitas umum seperti masjid, sekolah, serta kantor pemerintahan. Namun, kondisi saat ini berangsur membaik dengan air yang mulai surut dan aktivitas
masyarakat perlahan kembali normal.
Selain itu, beberapa wilayah lain seperti Kecamatan Sarolangun juga mengalami peningkatan debit air yang menggenangi akses jalan dan mulai mendekati permukiman warga.
Petugas bersama BPBD telah bersiaga, termasuk menyiapkan perahu karet untuk membantu mobilitas masyarakat.
Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah,S.Ik.,M.H saat dimintai keterangan oleh awak media Jurnal Police Indonesia melalui Kabag Ops Polres Sarolangun Kompol Angga Luvianto,S.H.,M.H didampingi Kasi Humas Polres Sarolangun Iptu Andi Supriadi menyampaikan bahwa seluruh personel tetap disiagakan di lokasi terdampak untuk melakukan patroli, pemantauan debit air, serta memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.
“Penanganan banjir dilakukan secara terpadu bersama TNI, BPBD, Dinas Sosial, dan stakeholder lainnya. Hingga saat ini situasi masih terkendali dan tidak terdapat kendala berarti di lapangan,” demikian disampaikan dalam laporan tersebut.
Polres Sarolangun juga mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di sekitar aliran sungai serta tetap mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama.(Dedi)
.jpg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar