Cimahi, 15 Mei 2026 – Jurnal Police Indonesia – Suasana haru, bahagia, dan penuh kehangatan mendalam menyelimuti kawasan Debale Park Paku Haji, saat puluhan alumni SMA TutWuri Handayani Cimahi angkatan tahun 1992 berkumpul kembali dalam acara reuni akbar yang digelar dengan sangat meriah dan penuh makna. Pertemuan silaturahmi ini mengusung tema yang sangat menyentuh hati, yakni “Forever Friends, Friends Forever — Andai Kau Datang Kembali”, yang menjadi jembatan bagi para sahabat lama untuk kembali bernostalgia, seolah memutar kembali waktu dan mengulang kembali indahnya kenangan masa-masa emas sekolah yang tak terlupakan.
Ibu Rianti, selaku Ketua Panitia Pelaksana sekaligus perwakilan angkatan, dalam sambutannya mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran antusias rekan-rekan seangkatannya. Baginya, pertemuan ini bukan sekadar acara berkumpul biasa, melainkan wadah istimewa yang ditunggu-tunggu untuk menyatukan kembali persaudaraan yang terjalin puluhan tahun silam. “Kita berkumpul di sini untuk kembali bernostalgia, seolah diberi kesempatan mengulang masa lalu, masa di mana kita tumbuh, belajar, dan berjuang bersama,” ujar Ibu Rianti di hadapan ratusan peserta yang hadir.
Kekompakan dan semangat kebersamaan tampak nyata sejak langkah pertama para alumni tiba di lokasi. Semua peserta tampak serasi, rapi, dan elegan dengan mengenakan pakaian berwarna putih bersih . Warna putih ini bukan sekadar seragam, melainkan menjadi simbol kesucian, kejernihan, dan ketulusan persahabatan yang terjalin selama puluhan tahun, yang diyakini tidak akan pernah luntur meski dipisahkan oleh jarak, waktu, dan kesibukan masing-masing. Acara yang ditunggu-tunggu ini resmi dibuka dan dimulai tepat pukul 08.00 WIB dengan penuh semangat dan antusiasme yang luar biasa tinggi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan momen sehat dan seru, yaitu senam pagi bersama. Diiringi irama musik yang membangkitkan semangat dan menghentak, para alumni yang kini sudah berusia paruh baya itu bergerak serentak mengikuti instruksi gerakan. Di momen ini, seketika hilanglah rasa kaku dan usia; mereka tertawa, bercanda, dan bersorak riang layaknya remaja yang kembali bersekolah. Keringat yang bercucuran di dahi mereka justru menjadi tanda kebahagiaan nyata dan antusiasme tinggi untuk memulai hari pertemuan ini dengan energi positif yang berlimpah.
Setelah suasana tubuh terasa sejuk dan segar, acara dilanjutkan ke momen yang lebih khidmat dan penuh makna, yaitu pembacaan doa bersama yang dipimpin langsung oleh rekan mereka, Asep Sulaiman. Dalam doa yang dipanjatkan, seluruh peserta bersyukur mendalam kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena masih dikaruniai kesehatan, umur panjang, serta kesempatan emas untuk bisa berkumpul kembali dalam keadaan selamat. Doa juga ditujukan bagi kebaikan seluruh alumni, termasuk mendoakan rekan-rekan seangkatan yang telah mendahului ke pangkuan-Nya, maupun mereka yang berhalangan hadir karena suatu alasan. Sejenak Debale Park hening, menandakan betapa dalamnya rasa persaudaraan dan penghormatan yang masih terpatri kuat di lubuk hati setiap orang yang hadir.
Memasuki sesi inti, suasana semakin hidup, hangat, dan dipenuhi gelak tawa riuh saat dimulainya sesi bercerita kenangan masa lalu. Perwakilan dari setiap jurusan —mulai dari jurusan IPS, IPA, hingga Bahasa— secara bergantian maju ke depan panggung untuk berbagi kisah-kisah unik, kejadian lucu, tingkah laku konyol, hingga pengalaman-pengalaman tak terlupakan saat masih duduk di bangku SMA. Kisah-kisah yang dibagikan sangat beragam; mulai dari kenangan menghadapi guru yang galak namun penuh jasa, ulah iseng saat jam pelajaran berlangsung, momen tegang saat menghadapi ujian bersama, hingga kisah persahabatan dan canda tawa yang terjalin di sudut kantin sekolah. Satu cerita memicu cerita lainnya, membuat seluruh lokasi acara riuh dengan tawa lepas dan mata yang berbinar penuh rindu. Kalimat inti dari tema acara, “satu hari saja kita ingin mengulang kenangan di masa lalu”, seolah menjadi nyata dan hidup kembali sepenuhnya di momen yang berharga ini.
Tak berhenti hanya pada berbagi cerita, keseruan terus berlanjut dengan diadakannya berbagai macam perlombaan yang seru dan menghibur. Permainan-permainan yang dipilih sengaja dikemas sederhana namun sangat berkesan, dirancang mengingatkan kembali pada kegiatan ekstrakurikuler atau lomba hari kemerdekaan yang dulu sering mereka ikuti di sekolah. Di sinilah kembali terlihat nyata jiwa kompetitif, kekompakan, dan semangat juang mereka; saling mendukung, bersorak sorai, dan berjuang bersama demi nama baik jurusan masing-masing. Namun di atas segalanya, tidak ada istilah pemenang atau yang kalah, karena bagi para alumni, kebersamaan, canda tawa, dan momen berkumpul itulah kemenangan yang paling sesungguhnya dan paling berharga.
Sebagai penutup rangkaian acara yang penuh kehangatan ini, seluruh peserta berkumpul melingkar dalam satu lingkaran besar untuk melaksanakan makan bersama. Hidangan yang disajikan dinikmati dengan penuh keakraban dan kebersamaan yang erat. Di sela-sela suapan makanan, terdengar obrolan akrab, saling bertanya kabar, menukar cerita perjalanan hidup masing-masing selama berpisah puluhan tahun, hingga saling berbagi harapan dan doa untuk masa depan yang lebih baik. Suasana persaudaraan terasa begitu kental dan menyentuh hati, seolah jarak waktu puluhan tahun yang memisahkan mereka sejak kelulusan dulu tidak pernah ada dan hilang begitu saja.
Acara reuni akbar angkatan 1992 SMA TutWuri Handayani Cimahi ini pun berakhir dengan kesan mendalam yang tak akan terlupakan bagi setiap peserta yang hadir. Pertemuan ini sekali lagi membuktikan bahwa ikatan persahabatan dan persaudaraan yang terbentuk di masa muda adalah ikatan yang abadi, tak terputus oleh waktu maupun jarak. Seperti tema yang diusung, sahabat akan selalu menjadi sahabat selamanya, dan kenangan indah masa sekolah akan tetap hidup selamanya di dalam hati, menanti momen pertemuan berikutnya untuk kembali dikenang, dirayakan, dan dipererat lagi.
(Yudi M Nur)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar