JEMBATAN PENGHUBUNG DUA KAMPUNG DI DESA NEGERI RATU BUNGA MAYANG AMBRUK, AKSES HASIL PERTANIAN TERPUTUS - .

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Minggu, 28 Juni 2026

JEMBATAN PENGHUBUNG DUA KAMPUNG DI DESA NEGERI RATU BUNGA MAYANG AMBRUK, AKSES HASIL PERTANIAN TERPUTUS



OKU Timur, Sumatera Selatan – Minggu 28 Juni 2026 – Sebuah jembatan penghubung yang berada di Desa Negeri Ratu Bunga Mayang, Kecamatan Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur), Provinsi Sumatera Selatan, dilaporkan ambruk pada malam hari Jumat, 27 Juni 2026. Kejadian ini menimbulkan keresahan mendalam bagi warga setempat karena terputusnya akses utama untuk mengangkut hasil pertanian mereka.

 

Jembatan tersebut berfungsi sebagai jalur penghubung langsung antara Kampung Satu dan Kampung Tiga. Sejak rusak dan akhirnya ambruk, aktivitas warga menjadi sangat terganggu, terutama para petani yang mengandalkan jalur ini untuk menyalurkan hasil panen ke pasar.

 


Kepala Desa Negeri Ratu Bunga Mayang, M. Basir, saat diwawancarai wartawan menjelaskan bahwa kerusakan ini bukan terjadi secara tiba-tiba. Menurutnya, struktur jembatan sudah lama terkikis dan terkikis secara perlahan oleh arus air sungai di bawahnya.

 

“Jembatan ini sudah lama lapuk dan terkikis air. Bahkan kami sudah melaporkan kondisi ini kepada Pemerintah Daerah Kabupaten OKU Timur, lengkap dengan mengajukan proposal permohonan perbaikan. Namun sayangnya, sampai jembatan ini akhirnya ambruk kemarin malam, belum ada tanggapan atau tindak lanjut nyata dari pihak pemerintah daerah,” ungkap M. Basir.

 

Warga menyampaikan kekhawatirannya melalui awak media dan meminta perhatian segera. Mereka menegaskan bahwa jika jembatan ini tidak segera dibangun kembali, maka roda perekonomian desa akan terancam lumpuh total.

 


“Jembatan ini adalah satu-satunya akses utama kami. Lewat sini kami mengangkut padi, jagung, sayuran, dan seluruh hasil pertanian kami. Kalau tidak ada jalannya, bagaimana kami bisa menjual hasil panen dan memenuhi kebutuhan hidup? Perekonomian desa pasti akan terhenti,” tegas salah seorang warga mewakili masyarakat setempat.

 

Selain meminta perhatian eksekutif, warga juga meminta kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten OKU Timur selaku wakil rakyat untuk segera turun meninjau lokasi kejadian. Kehadiran mereka diharapkan dapat mempercepat proses penyelesaian dan mendesak pembangunan kembali jembatan tersebut agar akses masyarakat segera pulih seperti sedia kala.

 

Hingga berita ini diturunkan, warga masih menggunakan jalur alternatif yang jauh dan tidak layak untuk kendaraan bermuatan, sehingga menambah biaya dan waktu pengangkutan hasil panen. Masyarakat berharap ada respon cepat dari pemerintah agar kerugian yang lebih besar dapat dihindari.

 

 

 

Dilaporkan oleh: KOMAR Ipc

Tidak ada komentar: