CIPATAT, KABUPATEN BANDUNG BARAT – Desa Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, baru saja merayakan hari jadinya yang ke-42 dengan penuh khidmat dan kemeriahan. Peringatan milangkala tahun ini mengusung tema utama: "Ngamumule Budaya, Ngaraksa Tradisi, Ngawangun Desa Sarimukti nu Mandiri" (Merawat Budaya, Menjaga Tradisi, Membangun Desa Sarimukti yang Mandiri).
Tema tersebut mencerminkan tekad bulat seluruh elemen masyarakat dan Pemerintah Desa Sarimukti untuk senantiasa menjaga warisan leluhur sebagai pondasi utama, sekaligus melangkah maju mewujudkan kemandirian ekonomi dan sosial desa, serta tetap melestarikan tradisi di tengah arus modernisasi.
Rangkaian kegiatan peringatan diawali dengan prosesi adat yang sarat akan nilai budaya Sunda. Kemeriahan acara semakin terasa dengan berbagai penampilan seni tradisional, mulai dari helaran budaya, atraksi pencak silat, hingga pagelaran wayang golek yang memukau dan menjadi pusat perhatian warga yang hadir.
Kepala Desa Sarimukti, Uci Suwanda, dalam sambutannya menegaskan bahwa tema yang diusung bukan sekadar seremonial belaka, melainkan panggilan jiwa bagi seluruh warga desa.
"Ngamumule budaya dan ngaraksa tradisi adalah cara kita menghormati sejarah desa ini. Namun, kita tidak boleh berhenti di situ. Kekuatan budaya inilah yang menjadi modal sosial kita untuk bergotong-royong mewujudkan Desa Sarimukti yang mandiri, baik dari sisi tata kelola pemerintahan maupun pemberdayaan ekonomi masyarakat," tegas Uci Suwanda.
Peringatan milangkala ini juga dijadikan momentum penting untuk mengevaluasi capaian pembangunan yang telah diraih, serta merumuskan langkah strategis ke masa depan. Saat ini, fokus utama pembangunan desa diarahkan pada penguatan sektor pertanian, pengembangan potensi lokal, serta peningkatan kualitas pelayanan publik berbasis digital.
Suasana kebersamaan terasa begitu kental tercipta. Warga tampak antusias mengikuti berbagai perlombaan kreatif, bazar produk UMKM lokal, serta kegiatan bakti sosial yang digelar. Kehadiran para tokoh masyarakat, pemuda, dan warga dari berbagai dusun memperkuat semboyan Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh (Saling mengasah, saling mengasihi, saling mengasuh).
Melalui momentum ini, diharapkan sinergi antarwarga semakin erat. Pemerintah desa berkomitmen tetap terbuka terhadap inovasi, namun senantiasa berpijak pada nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi jati diri masyarakat Cipatat pada khususnya, dan Jawa Barat pada umumnya. Dengan semangat kebersamaan yang kuat, Desa Sarimukti optimis menjadi desa yang semakin berdaya, sejahtera, dan mandiri di masa mendatang.
Pewarta: Nanang Suhandar

Tidak ada komentar:
Posting Komentar