Tanpa APBD! KKI Bandung Barat Nekat Biayai Atlet Sendiri, Target 2030 Bikin Kaget - .

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Sabtu, 10 Oktober 2026

Tanpa APBD! KKI Bandung Barat Nekat Biayai Atlet Sendiri, Target 2030 Bikin Kaget



NGAMPRAH, KBB - Komitmen membangun generasi muda yang disiplin, berkarakter, dan berprestasi melalui olahraga bela diri terus diperkuat Kushin Ryu M Karate-Do Indonesia (KKI) Cabang Kabupaten Bandung Barat (KBB).


Komitmen tersebut ditandai dengan pelantikan pengurus KKI Bandung Barat masa bakti 2026–2030 yang digelar di Gedung B, Ballroom Lantai 4, Kompleks Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (10/10/2026).


Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Umum KKI Jawa Barat, Asep Dedi Setiawan, dan disaksikan Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail yang hadir mewakili Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail.


Momentum pelantikan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan atlet karate di Kabupaten Bandung Barat.

Penguatan Organisasi dan Kualitas Pelatih Jadi Kunci

Dalam sambutannya, Ketua Umum KKI Jawa Barat, Asep Dedi Setiawan, menegaskan bahwa penguatan organisasi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelatih dan pembinaan atlet secara berkelanjutan.



Menurutnya, perkembangan organisasi KKI di Jawa Barat dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan kemajuan signifikan. Kepengurusan yang sebelumnya berada di sekitar 13 daerah kini terus berkembang, disertai aktivitas pembinaan dan berbagai kegiatan organisasi di kabupaten dan kota.


Salah satu bentuk pembinaan tersebut diwujudkan melalui Ujian Kenaikan Tingkat (UKT), pendidikan, serta pelatihan yang disesuaikan dengan jenjang dan ketentuan organisasi.


"Kualitas pelatih menjadi salah satu faktor paling penting dalam mencetak atlet berprestasi. Pelatih yang kompeten akan lebih mampu memberikan materi latihan, penguasaan teknik, serta pola pembinaan yang sesuai kebutuhan atlet," ujar Asep Dedi.


Ia menekankan, pembinaan tidak boleh berhenti pada agenda seremonial.


“Pembinaan harus dilakukan secara berkelanjutan. Jangan sampai kegiatan organisasi hanya berhenti pada agenda seremonial, tetapi harus dilanjutkan dengan latihan rutin dan peningkatan kemampuan atlet,” tegasnya.


KKI Jawa Barat, lanjutnya, akan terus melakukan pemantauan dan pembinaan ke berbagai daerah untuk memastikan program organisasi berjalan secara konsisten.

Persiapan Menuju Porprov dan Kemandirian Organisasi

Asep Dedi juga mendorong pengurus KKI Bandung Barat yang baru untuk mempersiapkan atlet secara lebih matang menghadapi berbagai agenda kompetisi, termasuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) sesuai jadwal resmi.


Menurutnya, persiapan atlet tidak bisa dilakukan secara instan. Dibutuhkan program latihan yang terukur, peningkatan kualitas pelatih, serta dukungan organisasi agar potensi atlet dapat berkembang secara maksimal.


Selain pembinaan atlet, kemandirian organisasi juga dinilai penting. Pengurus diharapkan mampu menyusun program secara terencana dan mengelola sumber daya organisasi secara bertanggung jawab.


"Dalam hal anggaran mengadakan pembinaan atlet, pelatihan kita biaya mandiri tidak dari pemerintah (APBD), dari kita untuk kita sendiri," ujarnya.


Ia juga berharap perhatian terhadap fasilitas olahraga dan ruang pembinaan generasi muda terus ditingkatkan. Sarana yang memadai dinilai dapat mendukung kegiatan latihan, pendidikan, serta berbagai program pembinaan atlet.

Menuju 2030, Prestasi Harus Dipersiapkan Dari Sekarang

Pelantikan pengurus KKI Bandung Barat periode 2026–2030 menjadi awal dari tanggung jawab panjang dalam membangun prestasi olahraga karate di daerah.


Sejumlah agenda strategis telah menanti, seperti memperluas dojo, meningkatkan kualitas pelatih, membangun karakter atlet, serta meningkatkan keikutsertaan dalam berbagai kejuaraan. Semua itu membutuhkan perencanaan dan konsistensi.


Dukungan pemerintah daerah, pelatih, orang tua atlet, serta masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem pembinaan olahraga yang sehat dan berkelanjutan.


Bagi KKI Bandung Barat, tantangan ke depan bukan hanya meningkatkan jumlah atlet, tetapi memastikan setiap karateka memperoleh pembinaan yang tepat, memiliki karakter kuat, serta mendapatkan kesempatan berkembang sesuai potensinya.


Dengan semangat disiplin, persatuan, dan pembinaan berjenjang, kepengurusan baru diharapkan mampu membawa organisasi semakin berkembang dan melahirkan atlet yang dapat mengharumkan nama Kabupaten Bandung Barat di berbagai kejuaraan.


Kushin Ryu M Karate-Do Indonesia (KKI) Cabang Kabupaten Bandung Barat resmi memiliki kepengurusan baru masa bakti 2026–2030. (foto: Abdul Kholilulloh)

Wakil Bupati KBB Tekankan Pentingnya Disiplin

Dukungan terhadap pembinaan karate juga disampaikan Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail yang hadir dalam kegiatan tersebut.


Dalam sambutannya, Asep menyoroti kedisiplinan sebagai salah satu nilai penting yang harus diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, pendidikan, maupun olahraga.


Ia mengapresiasi pelaksanaan kegiatan pelantikan KKI Bandung Barat yang berjalan sesuai jadwal dan tahapan yang telah disampaikan kepada para undangan.


“Kedisiplinan dan menghargai waktu merupakan kunci utama kesuksesan. Saya melihat pelaksanaan kegiatan ini berjalan sesuai dengan tahapan yang telah dijadwalkan. Hal seperti ini patut menjadi contoh,” ungkap Asep.


Ia juga mengapresiasi keterlibatan anak-anak mulai dari tingkat sekolah dasar, sekolah menengah pertama hingga sekolah menengah atas dalam kegiatan tersebut.


Menurutnya, keterlibatan generasi muda dalam olahraga bela diri tidak hanya berkaitan dengan pencapaian prestasi, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, dan mental yang kuat.


"Penanaman disiplin sejak usia sekolah merupakan modal penting untuk membentuk generasi muda yang tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan," katanya.


Asep berharap pengurus KKI Bandung Barat periode 2026–2030 dapat menerjemahkan semangat tersebut melalui program pembinaan yang nyata dan terukur. Selain itu, peningkatan prestasi atlet karate Bandung Barat di berbagai kejuaraan tingkat provinsi juga diharapkan menjadi salah satu fokus kepengurusan baru.


Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, kata Asep, terus berupaya mendorong peningkatan prestasi olahraga melalui koordinasi dengan berbagai cabang olahraga.


"Komunikasi antara pemerintah daerah dan organisasi olahraga dinilai penting agar kebutuhan, kendala, serta persoalan yang dihadapi masing-masing cabang olahraga dapat dibahas dan diupayakan penyelesaiannya secara bersama-sama," jelasnya.


Dengan terbentuknya kepengurusan baru KKI Bandung Barat, masyarakat kini menantikan realisasi berbagai program pembinaan yang telah disampaikan.


"Sebab, keberhasilan organisasi olahraga pada akhirnya tidak hanya diukur dari pelantikan dan rencana kerja, tetapi juga dari konsistensi pembinaan, perkembangan atlet, serta prestasi nyata yang mampu diraih," tandasnya.

Pewarta : Ladi.

Tidak ada komentar: