Indonesia PERS Channel, Bandung Barat, Jawa Barat (20/6/2025) – Kabupaten Bandung Barat (KBB) semarak merayakan Hari Jadi ke-18 dengan menggelar Rapat Paripurna Istimewa di Gedung DPRD KBB pada Rabu (19/6). Acara yang dihadiri oleh para pejabat penting, tokoh masyarakat, dan perwakilan warga ini menjadi momen penting untuk merefleksikan perjalanan panjang KBB sejak pemekaran hingga capaian pembangunan saat ini, sekaligus merumuskan komitmen bersama untuk masa depan yang lebih gemilang.
Rapat Paripurna dibuka dengan sambutan Ketua DPRD KBB, H. Muhammad Mahdi, S.Pd. Beliau menekankan peran vital DPRD sebagai jembatan antara aspirasi rakyat dan kebijakan pemerintah daerah. Mahdi menyoroti pentingnya keterlibatan publik dalam proses legislasi dan pengawasan, menegaskan komitmen DPRD untuk senantiasa membuka ruang seluas-luasnya bagi partisipasi masyarakat dengan menjunjung tinggi prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Sejarah panjang pembentukan KBB, yang dimulai sejak tahun 1999 dengan dorongan kuat dari masyarakat untuk memiliki pemerintahan sendiri yang lebih responsif, dibacakan oleh Dr. Tifani Savianti. Proses pemekaran yang panjang akhirnya mencapai puncaknya pada 2 Januari 2007 dengan disahkannya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2007, menandai lahirnya KBB sebagai daerah otonom di Provinsi Jawa Barat.
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, dalam pidato sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para pendiri KBB, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen yang telah berjuang dan berkontribusi dalam pembangunan daerah. Ia mengakui berbagai capaian yang telah diraih, namun tetap menekankan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Jeje menetapkan tiga sektor utama sebagai prioritas pembangunan ke depan, meskipun detail sektor tersebut tidak dijelaskan lebih lanjut dalam rilis ini.
Penjabat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turut hadir memberikan arahan. Beliau mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan. Bandung Barat, menurut Mulyadi, memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan konservasi alam. Ia juga mendorong pengembangan infrastruktur yang merata di seluruh wilayah KBB, menargetkan penyelesaian hingga tahun 2028.
Rapat Paripurna Istimewa ini bukan sekadar seremonial, melainkan menjadi momentum penting bagi KBB untuk menatap masa depan dengan optimisme dan komitmen yang kuat. Perjalanan panjang menuju KBB yang lebih maju dan sejahtera masih terus berlanjut, dengan kolaborasi dan sinergi dari seluruh elemen masyarakat.
Peliput ASEP EKER

Tidak ada komentar:
Posting Komentar