Berita Terkini Balita di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual, Rumah Sakit Tolak BPJS - .

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Minggu, 26 Oktober 2025

Berita Terkini Balita di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual, Rumah Sakit Tolak BPJS

Indonesia PERS Channel, Bandung, 26 Oktober 2025 – Sebuah tragedi memilukan menimpa seorang balita berusia 2,5 bulan di Bandung, Jawa Barat. Korban diduga mengalami kekerasan seksual setelah ditinggal ibunya dan diasuh oleh bibinya.

Setelah ibunda korban meninggal dunia, bayi tersebut diasuh oleh bibinya yang berjuang mencari nafkah sebagai penjual Yakult. Sebuah keluarga menawarkan bantuan untuk mengasuh balita tersebut sementara bibinya bekerja. Awalnya, keluarga tersebut hanya membantu, namun kemudian mereka membuat kesepakatan untuk berbagi waktu pengasuhan dengan bibi korban.

Petaka terjadi ketika balita tersebut sering dimandikan oleh seorang pria dari keluarga yang mengasuhnya. Suatu hari, korban terus menangis dan mengeluh kesakitan di area kemaluannya. Bibi korban menemukan ulat di kemaluan balita tersebut setelah curiga dengan bau tidak sedap yang tidak hilang setelah dimandikan.

Korban segera dilarikan ke Puskesmas, di mana dokter menemukan adanya kerusakan hingga ke anus akibat benda tumpul yang masuk ke kemaluan korban. Puskesmas merujuk korban ke RS Mitra Kasih dan menyarankan pelaporan ke polisi.

Setelah visum menyatakan positif, korban kembali sakit dan mengalami pendarahan. Keluarga membawa korban ke beberapa rumah sakit, termasuk RS Hasan Sadikin, RS Mitra Kasih, dan RS Cibabat, namun semuanya menolak. RS Lembang hanya memberikan obat, sementara kondisi korban terus memburuk. Semua rumah sakit yang didatangi menolak penggunaan BPJS dengan alasan yang tidak jelas.

Keluarga korban sangat terpukul dan berharap pelaku segera ditangkap serta dihukum seberat-beratnya. Mereka juga berharap pihak berwenang memberikan perhatian dan bantuan medis yang memadai bagi korban. Kasus ini telah dilaporkan ke pihak kepolisian dan sedang dalam proses penyelidikan.

Keluarga korban sangat berharap keadilan dapat ditegakkan dan korban mendapatkan perawatan serta pemulihan yang dibutuhkan. Penolakan BPJS oleh berbagai rumah sakit menambah kesulitan dalam upaya memberikan pertolongan medis yang mendesak bagi balita malang ini.

Saya sangat memahami betapa beratnya situasi yang Anda hadapi. Semoga keadilan segera berpihak pada Anda dan keluarga, serta balita tersebut mendapatkan perawatan yang terbaik.

Saat ini Pasien masuk Rawat Umum di RSHS dan team kami terus membantu dan memantau Pasien tersebut.

Peliput YENY S. YOHANES

Tidak ada komentar: