Disparbud KBB Tutup Sementara Curug dan Situ di Cisarua Usai Bencana Longsor - .

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Selasa, 27 Januari 2026

Disparbud KBB Tutup Sementara Curug dan Situ di Cisarua Usai Bencana Longsor

Indonesia Pers Channel | 26 Januari 2026

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) telah menetapkan penutupan sementara sejumlah destinasi wisata alam di Kecamatan Cisarua. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipatif setelah terjadi bencana tanah longsor di wilayah tersebut, dengan tujuan menjamin keselamatan wisatawan dan pengelola.

Kepala Bidang Pariwisata Disparbud KBB, David Oot, menjelaskan bahwa penutupan dilakukan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) pengelolaan destinasi wisata alam, terutama bagi lokasi yang berada di kawasan aliran sungai dan perbukitan rawan bencana.

Destinasi yang ditutup sementara meliputi:

- Curug Bugbrug

- Curug Tilu

- Curug Pelangi

- Curug Layung

- Situ Reret

Penutupan ini berlaku hingga batas waktu yang belum ditentukan, dan akan dibuka kembali setelah hasil pemantauan menunjukkan kondisi kawasan dinyatakan aman untuk menerima kunjungan wisatawan. David menambahkan bahwa Curug Bugbrug, Curug Tilu, dan Curug Pelangi berada dalam satu aliran sungai yang sama, sehingga memiliki tingkat kerawanan yang serupa, terutama saat terjadi cuaca ekstrem dan pergerakan tanah. Pemerintah daerah bersama pengelola destinasi telah sepakat untuk menghentikan seluruh aktivitas wisata di kawasan tersebut.

Menurut David, langkah ini merupakan bagian dari penerapan manajemen krisis kepariwisataan yang wajib dilakukan saat terjadi bencana alam. Ia menekankan bahwa sektor pariwisata adalah "business of trust" (bisnis berbasis kepercayaan), di mana aspek keselamatan menjadi faktor utama. "Wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati destinasi, tetapi juga mengharapkan rasa aman. Oleh karena itu, keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam pengelolaan pariwisata," ujarnya.

Ia juga menyebutkan tantangan global berupa fenomena poly-crisis, seperti perubahan iklim ekstrem dan ketidakpastian lainnya yang berdampak signifikan pada sektor pariwisata. Namun, dengan pengelolaan yang tepat, sektor ini memiliki potensi untuk pulih lebih cepat.

Sejalan dengan hal tersebut, Disparbud KBB terus mendorong pergeseran paradigma pengembangan pariwisata dari berorientasi pada jumlah kunjungan (quantity tourism) menuju pariwisata berkualitas dan berkelanjutan (quality and sustainable tourism). "Pariwisata berkelanjutan menempatkan keamanan dan ketahanan sebagai fondasi utama. Tidak ada pariwisata yang berkelanjutan tanpa jaminan keselamatan bagi seluruh pihak yang terlibat," katanya.

David mengakui bahwa ke depan diperlukan penguatan aspek mitigasi risiko dan kebencanaan dalam pengelolaan destinasi wisata, agar pembangunan pariwisata di KBB dapat berjalan secara aman, berkelanjutan, dan bertanggung jawab.

Sumber: Bandung Barat Kab

Tidak ada komentar: