Indonesia Pers Channel, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, 27 Januari 2026 – Upaya pencarian korban akibat tanah longsor yang mengguncang Desa Pasirlangu memasuki minggu pertama pada hari ini (27/1), dengan dukungan berbagai elemen masyarakat dan lembaga di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Relawan yang terjun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) terdiri dari berbagai institusi dan komunitas, antara lain:
- Tentara Nasional Indonesia (TNI)
- Kepolisian Republik Indonesia
- Badan SAR Nasional (BASARNAS)
- Tim Gugus Tangan Cepat (TAGANA)
- Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DAMKAR)
- Karang Taruna
- BSB PLN Indonesia Power Cipatat
- Destana Citatah, Destana Nyalindung, dan Forum Destana Kabupaten Bandung Barat
- Relawan dari berbagai komunitas lainnya
- Tim relawan Ambulance dari hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Bandung Barat serta dari berbagai partai politik.
Proses pencarian dilakukan dengan kombinasi alat konvensional dan berat. Selain menggunakan cangkul, alat pertanian, serta alat semprot dan sedot untuk membersihkan material longsoran, tim juga mendapatkan bantuan eskavator untuk mempercepat penggalian.
Jurnalis kami Rina BBC, yang juga merangkap relawan Ambulance Kabupaten Bandung Barat, melaporkan bahwa pada Minggu kemarin (25/1) sekitar pukul 11 pagi, tim penyelamat berhasil menemukan dua jenazah. Kedua jenazah langsung dibawa ke rumah sakit untuk proses lebih lanjut. Tim relawan Ambulance secara terus-menerus melakukan perjalanan bolak-balik untuk mengantar jenazah dari lokasi ke Rumah Sakit Cibabat.
Sementara itu, jurnalis Vera Veyz yang melaporkan dari lapangan menyampaikan bahwa tim berhasil menemukan satu unit mobil pikap dan dua unit motor di lokasi yang diperkirakan menjadi tempat tertimbunnya satu keluarga. Petunjuk lokasi tersebut diperoleh dari Bapak Alo, yang rumahnya berhadapan dengan kali yang menjadi sumber longsor di Kampung Pasirkuda, RT 01 RW 10, Desa Pasirlangu.
Menurut laporan langsung dari TKP, pada pagi hari Selasa (26/1) ditemukan kembali dua jenazah. Sebelumnya, sampai hari Sabtu (24/1) telah ditemukan 2 jenazah dalam kondisi utuh (bodipack), sedangkan pada Minggu (25/1) ditemukan 9 jenazah yang dibungkus dalam kantong jenazah. Dengan demikian, total jenazah yang telah ditemukan sampai Selasa (26/1) mencapai 26 korban. Data ini belum termasuk hasil pencarian hari ini (27/1).
Tim penyelamat mengaku khawatir karena hujan terus turun hampir setiap hari, yang berpotensi meningkatkan debit air dan membahayakan keselamatan relawan serta mengganggu proses pencarian. Namun hingga saat ini, debit air tidak menunjukkan peningkatan sehingga upaya pencarian dapat tetap dilanjutkan.
Vera Veyz – Pelapor dari Lapangan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar