Indonesia Pers Channel, CISARUA, BANDUNG BARAT – Jumat (27/2/2026) – Suasana penuh kesedihan namun terpancar semangat kekeluargaan yang luar biasa meliputi Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Puluhan warga berkumpul di Tempat Pemakaman Umum (TPU) RW 04 Dusun Nyatuh – yang juga dikenal sebagai TPU Tanah Mati – untuk memberikan penghormatan terakhir kepada 11 korban bencana longsor yang belum dapat diidentifikasi hingga saat ini.
Sejak pagi buta, sebelum matahari mulai muncul, lokasi pemakaman sudah dipenuhi warga yang datang dengan membawa cangkul, sekop, dan alat bantu penggalian lainnya. Tanpa ada arahan resmi, mereka secara otomatis saling membagi tugas untuk membuat liang lahat secara massal. Meskipun peluh deras membasahi kening dan tanah merah dari lereng perbukitan mengotori pakaian mereka, semangat tradisional "Silih Asah, Silih Asuh" yang menjadi ciri khas masyarakat Jawa Barat terasa sangat kental di setiap sudut lokasi.
Lokasi TPU yang berada di area perbukitan dengan pemandangan hamparan hijau pepohonan menjadi saksi bisu betapa kuatnya ikatan antarwarga. Meskipun cuaca mendung terus menggelayut sepanjang pagi, proses penggalian tidak pernah terhenti, dengan harapan para korban bisa segera dikebumikan dengan khidmat dan bermartabat.
Kepala Desa Pasirlangu yang ditemui di sela-sela kegiatan mengungkapkan rasa haru dan bangga melihat antusiasme warga yang luar biasa.
"Alhamdulillah, warga kami sangat kompak dan antusias. Ini bukan hanya soal menggali tanah semata, tapi ini adalah bentuk dukungan moral yang paling nyata bagi keluarga korban – baik yang sudah mengetahui nasib sanak keluarga maupun yang masih dalam keadaan menanti kepastian," ujarnya.
Menurutnya, langkah gotong royong ini bertujuan untuk memastikan seluruh prosesi pemakaman berjalan lancar dan cepat, sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap musibah yang telah menimpa daerah tersebut.
Liang lahat yang disiapkan untuk pemakaman massal memiliki ukuran sekitar 2 meter lebar, 2 meter kedalaman, dan 10 meter panjang. Sebanyak 11 jenazah korban longsor yang belum teridentifikasi ditempatkan dalam satu liang lahat besar tersebut, sebagai langkah kemanusiaan mengingat identitas masing-masing korban belum dapat dipastikan oleh pihak berwenang hingga saat proses pemakaman dilaksanakan.
Prosesi pemakaman berlangsung dengan pengawasan langsung dari aparat desa setempat, tokoh masyarakat, serta petugas yang menangani kasus bencana. Banyak warga yang tidak hanya membantu penggalian, namun juga turut hadir untuk memberikan doa dan penghormatan terakhir kepada para korban yang tak dikenal identitasnya.
HARAPAN DI BALIK MUSIBAH
Bencana longsor yang melanda beberapa titik di Kabupaten Bandung Barat telah meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat sekitar, khususnya bagi keluarga yang masih menantikan kabar anggota keluarga yang hilang. Namun, aksi gotong royong warga Pasirlangu pada hari ini membuktikan bahwa nilai-nilai solidaritas antarmanusia belum pernah pudar.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya dapat meringankan beban psikologis bagi keluarga korban, namun juga mempererat lagi kerukunan dan tali silaturahmi antarwarga di masa-masa sulit seperti ini. Hingga berita ini dibuat, seluruh elemen masyarakat berharap cuaca akan tetap bersahabat hingga seluruh rangkaian prosesi pemakaman selesai dilaksanakan dengan baik.
Pewarta Vera Veyz
Foto DOC. Redaksi
.jpg)
.jpg)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar