Indonesia Pers Channel, Kab. Bandung Barat. 11 Februari 2026 – Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, melakukan kunjungan ke lokasi terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Kampung Pasir Kuning serta Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Bencana tersebut terjadi pada Sabtu dini hari, 24 Januari 2026 lalu. Dalam kunjungannya yang dilakukan pada Rabu (11/2/2026), Helmi tidak hanya menyampaikan pesan solidaritas, tetapi juga secara langsung menyerahkan bantuan sebesar Rp370 juta dan memperkenalkan konsep mitigasi kebencanaan yang diberi nama "Mitigasi Langit".
KEHADIRAN SEBAGAI TANGGUNG JAWAB KEMANUSIAAN LINTAS DAERAH
Helmi menegaskan bahwa kehadirannya merupakan bentuk tanggung jawab kemanusiaan, mengingat Bengkulu sendiri termasuk wilayah rawan bencana. "Bengkulu itu provinsi bagian dari Indonesia, bagian dari dunia. Daerah kami juga rawan bencana, hampir tiap hari gempa," ujarnya saat ditemui di Posko Bencana Cisarua.
Menurutnya, rasa kebersamaan sebagai bagian dari bangsa mendorong pemerintah Bengkulu aktif memberikan dukungan kepada daerah terdampak bencana. Sebelumnya, pemerintah Bengkulu telah mengalirkan bantuan ke sejumlah provinsi di Sumatera yang dilanda musibah. "Ketika Sumatera Barat, Sumatera Utara, Aceh tertimpa musibah, kami hadir. Kurang lebih sekitar Rp4 sekian miliar kita bantukan di sana," katanya.
PERKENALKAN "MITIGASI LANGIT" SEBAGAI PENUNJANG MITIGASI FISIK
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Helmi memperkenalkan pendekatan "Mitigasi Langit", yang dirinya klaim sebagai pelengkap upaya mitigasi kebencanaan secara fisik. "Kami punya program Mitigasi Langit. Bukan hanya mitigasi bencana, tapi mitigasi langit untuk menjaga Bengkulu agar tidak ada musibah yang menyusahkan warga," jelasnya.
Konsep tersebut diungkapkan sebagai pendekatan spiritual dan sosial, yang mencakup beberapa program, antara lain:
- Memakmurkan rumah ibadah
- Membantu masyarakat rentan
- Program pengasuhan anak yatim oleh pejabat daerah, di mana 100 persen anak yatim di Bengkulu – tanpa memandang agama dan suku – diangkat menjadi anak oleh pemerintah daerah
- Pembagian makanan setiap hari kepada warga membutuhkan di fasilitas publik
Helmi meyakini bahwa pendekatan sosial-keagamaan tersebut menjadi salah satu faktor yang menjaga Bengkulu relatif aman dari dampak besar bencana meskipun berada di wilayah rawan. "Alhamdulillah Bengkulu aman. Mungkin salah satu program Mitigasi Langit ini yang kami yakini turut menjaga daerah kami," ucapnya.
HARAPAN MENJADI INSPIRASI DAN UNDANGAN KUNJUNGAN BALASAN
Nilai-nilai yang terkandung dalam program Mitigasi Langit diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain, termasuk Bandung Barat, sekaligus mengajak untuk memperkuat kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat. "Harapan kita masjid dimakmurkan, anak yatim dikasihi. Insyaallah Bandung Barat, Jawa Barat, Indonesia akan dijaga dari musibah," ujarnya.
Di akhir kunjungannya, Helmi juga mengundang jajaran Pemerintah Kabupaten Bandung Barat untuk melakukan kunjungan balasan ke Bengkulu guna memperkuat hubungan antardaerah. "Kami berharap Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati bisa berkunjung balas ke Bengkulu," pungkasnya.
Pewarta RINA BBC



Tidak ada komentar:
Posting Komentar