Padalarang, Bandung Barat, 19 Maret 2026 – Jelang pergantian tugas pengatur lalu lintas di wilayah Polsek Padalarang, Kapolres Cimahi Niko langsung hadir di lokasi untuk memberikan informasi terkait kondisi lalu lintas di wilayah yang disebutnya sebagai "Kepulauan Cimahi". Selain Kapolres dan Kapolsek Padalarang, hadir juga Bupati Bandung Barat Jeje R. serta Wakil Bupati Asep Ismail untuk memantau dan mendukung upaya pengelolaan lalu lintas di daerah tersebut.
Kapolres menjelaskan bahwa wilayah "Kepulauan Cimahi" dibagi menj ygadi 4 zona utama untuk memudahkan pengelolaan lalu lintas, dengan kondisi masing-masing sebagai berikut:
- Zona Utara: Meliputi wilayah wisata dari Majisarwa hingga Lentang. Volume kendaraan menunjukkan tren peningkatan seiring dengan aktivitas wisata, namun belum mencapai tingkat yang signifikan. Kantong parkir serta berbagai fasilitas pendukung di beberapa tempat wisata di zona ini masih dinilai cukup memadai untuk menampung kendaraan pengunjung.
- Zona Timur: Wilayah Cimahi dan sekitarnya tetap menunjukkan aktivitas volume kendaraan yang tinggi sepanjang hari. Rest Area 125 di lajur B arah Jakarta memiliki kondisi parkir yang masih relatif lengang dan memadai, dengan tingkat penggunaan saat ini berkisar antara 20-30%.
Menurut Kapolres Niko, kenaikan volume kendaraan yang terjadi saat ini tidak terlepas dari imbas kebijakan one way nasional (one way Trans Jawa). Beberapa kendaraan yang seharusnya melalui jalur tol beralih ke jalur arteri sebagai jalan alternatif, sehingga menyebabkan peningkatan beban lalu lintas di jalan raya darat.
Untuk mengantisipasi dampak peningkatan volume tersebut, pihak kepolisian telah menyiapkan persediaan anggota yang siap mengatur lalu lintas di titik-titik strategis. Selain itu, juga dilakukan kerja sama erat dengan elemen masyarakat di wilayah terkait untuk membantu memantau dan menjaga kelancaran arus lalu lintas.
Pihak kepolisian juga menyampaikan prediksi terkait perkembangan volume kendaraan di wilayah tersebut:
- Perkiraan Kelonjakan: Peningkatan signifikan volume kendaraan diperkirakan akan terjadi mulai tanggal 20 Maret 2026, dengan lonjakan yang lebih besar diprediksikan terjadi mulai tanggal 21 Maret mendatang. Sebagai antisipasi, beberapa skema pengaturan lalu lintas (CEB) telah diterapkan untuk memastikan aliran kendaraan berjalan maksimal dan menghindari kemacetan berkepanjangan.
- Data Volume Arteri: Berdasarkan catatan sistem pengawasan lalu lintas, jumlah kendaraan yang melintas di jalur arteri saat ini mencapai sekitar 1.600 unit per periode pengamatan, naik dari data hari sebelumnya yang berada di angka sekitar 1.200 unit. Data selengkapnya mengenai pergerakan lalu lintas akan diperiksa melalui beberapa aplikasi pemantau lalu lintas, salah satunya adalah sistem GID yang dikelola oleh Jasa Marga.
- Lonjakan Malam Ini: Tim pengatur lalu lintas memperkirakan ada kemungkinan volume kendaraan akan melonjak lebih besar pada malam hari ini dibandingkan hari-hari sebelumnya. Hal ini didukung dengan ditemukannya banyak kendaraan dengan plat nomor dari luar Kota Bandung dan Kota Cimahi yang memasuki wilayah Padalarang, yang diperkirakan merupakan dampak langsung dari kebijakan one way yang menyebabkan perubahan rute perjalanan sebagian pengguna jalan.
Pewarta Vera Veyz dan Amang

Tidak ada komentar:
Posting Komentar