Harga Tandan Buah Segar Anjlok Drastis, Petani Sawit Toli-Toli, Sulawesi Tengah Menjerit - .

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Minggu, 24 Mei 2026

Harga Tandan Buah Segar Anjlok Drastis, Petani Sawit Toli-Toli, Sulawesi Tengah Menjerit



TOLI-TOLI – Kondisi ekonomi para petani kelapa sawit di Kabupaten Toli-Toli, Provinsi Sulawesi Tengah, kini berada di ambang kekhawatiran mendalam. Per tanggal 22 Mei 2026, keluhan dan jerit kepedihan terdengar nyaring dari berbagai pelosok perkebunan di wilayah ini seiring dengan terjadinya penurunan harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit yang dinilai sangat drastis dan memukul kesejahteraan masyarakat tani.

 

Bagi sebagian besar warga Kabupaten Toli-Toli, perkebunan kelapa sawit bukan sekadar usaha sampingan, melainkan menjadi tumpuan utama dan satu-satunya sumber penghidupan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, biaya pendidikan anak, serta kebutuhan sosial lainnya. Ironisnya, saat harga kebutuhan pokok dan biaya hidup lainnya di pasaran justru terus mengalami kenaikan, harga jual hasil panen sawit yang mereka peroleh justru bergerak ke arah sebaliknya, yakni terus merosot tajam.

 

"Di sinilah letak kami menjerit. Ketika harga kebutuhan semuanya naik, harga hasil keringat kami di kebun malah turun drastis. Bagaimana kami bisa bertahan hidup jika kondisi seperti ini terus berlanjut?" ungkap salah seorang petani yang mengaku semakin terbebani dengan kondisi pasar saat ini.

 

Ketimpangan harga ini dirasakan sangat berat karena biaya operasional perawatan kebun, mulai dari pembelian pupuk, biaya pemeliharaan, hingga biaya pemanenan, nilainya tetap tinggi atau bahkan meningkat, namun nilai jual dari hasil panen yang mereka bawa ke tempat penimbunan atau pengepul tidak sebanding dengan tenaga dan biaya yang telah dikeluarkan. Akibatnya, banyak petani yang terpaksa harus menelan kerugian besar atau hanya mendapatkan keuntungan yang sangat minim, bahkan ada yang sekadar untuk menutupi biaya produksi saja.

 

Para petani berharap agar pemerintah daerah maupun pihak berwenang dapat segera turun tangan mengkaji dan mencari solusi terbaik atas gejolak harga ini. Mereka meminta adanya jaminan harga dasar yang layak dan stabil, sehingga keberlangsungan usaha perkebunan rakyat tetap terjaga dan para petani tidak semakin terpuruk dalam kesulitan ekonomi. Harga yang wajar dinilai sangat penting agar petani tetap bersemangat merawat kebunnya, mengingat kelapa sawit merupakan salah satu komoditas unggulan yang menyokong perekonomian daerah di Sulawesi Tengah.

 

Hingga berita ini diturunkan, harga sawit di tingkat petani di wilayah Toli-Toli masih berada di angka yang rendah, dan harapan satu-satunya kini tertuju pada kebijakan pemerintah maupun perbaikan harga di pasar nasional yang diharapkan segera membaik dan kembali menguntungkan para petani kecil.

 

(Pewarta: Nurdin)

Tidak ada komentar: