BANDUNG — Di tengah hiruk-pikuk kehidupan yang terus berubah, ada sosok yang namanya kian melekat di hati masyarakat — Yeni S. Yohanes, yang juga dikenal luas sebagai Yenny S. Yohanes. Ia bukan sekadar tokoh organisasi, melainkan bukti nyata bahwa satu orang dengan hati tulus mampu menjadi berkat bagi banyak orang.
📖 Awal Perjalanan: Melayani dari Hati
Perjalanan pengabdian Yeni tidak dimulai dari kursi jabatan yang tinggi, melainkan dari kesadaran sederhana: kebahagiaan sejati ditemukan saat kita berbagi dengan sesama. Selama bertahun-tahun, ia hadir di tengah masyarakat — mendampingi yang lemah, menguatkan yang rapuh, dan mengulurkan tangan kepada yang membutuhkan.
Langkah kakinya tak terhenti oleh jarak maupun kesulitan. Dari desa ke kota, dari pelosok ke pusat kegiatan, ia menyapa semua kalangan tanpa memandang status. Semangat inilah yang akhirnya mengantarkannya dipercaya memimpin Rantai Doa Nasional (RDN) — wadah yang mengumpulkan doa, harapan, dan kepedulian rakyat.
🙏 Memimpin dengan Doa & Persaudaraan
Sebagai Ketua Umum Rantai Doa Nasional, Yeni menjadikan organisasi ini bukan sekadar nama, melainkan gerakan nyata:
- Menggalang persatuan lintas kelompok dan keyakinan, menebarkan kedamaian
- Menggerakkan doa bersama sebagai kekuatan yang menyatukan jutaan hati
- Mengajak masyarakat untuk saling menguatkan, bukan saling memisahkan
- Menjadi tempat berbagi harapan bagi mereka yang merasa sendirian
"Kekuatan kita bukan pada kekuasaan, melainkan pada kebersamaan dan doa yang tulus." — Yeni S. Yohanes
💛 Di Tengah Rakyat: Memberi Tanpa Pamrih
Perjalanan hidupnya penuh kisah kebaikan yang menyentuh banyak orang:
- Membagikan makanan kepada tunawisma di sejumlah wilayah Kabupaten Bandung Barat — menggunakan biaya pribadi, tanpa menunggu bantuan pihak lain
- Menggalang pemeriksaan kesehatan murah yang digelar di berbagai kota di Jawa Barat, agar warga kurang mampu tetap bisa berobat
- Mendonorkan darah lebih dari 40 kali — bukti nyata kepedulian yang dilakukan secara konsisten, dalam diam namun berkesan mendalam
- Memberikan motivasi kepada mahasiswa baru Universitas Terbuka Bandung, menanamkan semangat bahwa ilmu harus diimbangi dengan akhlak dan ketulusan
Semua itu dilakukan bukan untuk dipuji, melainkan karena ia percaya: berbuat baik adalah kewajiban, bukan pilihan.
🌱 Menanam Harapan untuk Masa Depan
Bagi Yeni, perjalanan ini belum berakhir. Justru sebaliknya — setiap kebaikan yang ditanam adalah benih yang akan tumbuh menjadi kebaikan-kebaikan berikutnya. Ia ingin generasi muda melihat:
- Bahwa kepedulian tidak butuh kekayaan, melainkan ketulusan
- Bahwa satu orang bisa mengubah suasana, jika berani memulai
- Bahwa pelayanan kepada sesama adalah jalan yang paling mulia untuk dilalui bersama
✅ Penutup: Langkah yang Terus Melangkah
Perjalanan Yeni S. Yohanes adalah perjalanan seorang pengabdi — yang tidak mencari tempat terhormat, melainkan mencari cara untuk menghormati kehidupan orang lain. Namanya dikenang bukan karena gelarnya, melainkan karena kehadirannya yang selalu dirasakan di saat dibutuhkan.
"Hidup tidak diukur dari berapa lama kita bernapas, tetapi dari berapa banyak kehidupan orang lain yang menjadi lebih baik karena kita ada."
Dan langkah kakinya pun terus melangkah — menemani rakyat, merangkul sesama, menuju masa depan yang lebih baik.
Penulis: Redaksi Indonesia Pers Channel
Sumber: Liputan Kegiatan & Catatan Pengabdian
Media: INDONESIA PERS CHANNEL — Pers Untuk Rakyat
.png)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar